Arsip untuk November 29, 2008
7 Rahasia Tetap Awet Muda
Banyak orang yang mengeluhkan keadaan kulit dan wajah mereka yang tampak lebih tua daripada umur sebenarnya. Untuk mengatasi masalah ini, ada 7 rahasia agar Anda tetap tampak awet muda:
1. Selalu merasa bahagia
Merasa bahagia adalah salah satu kunci utama agar tetap ter
lihat awet muda. Dalam setiap kegiatan, usahakan agar apa yang Anda lakukan sesuai dengan apa yang Anda inginkan. Hindari stres, perasaan bersalah dan tertekan karena paksaan orang lain. Ingat, apa yang Anda rasakan akan tercermin pada wajah Anda. Jadi, orang yang sedang bahagia, wajahnya akan terlihat berseri-seri, santai dan lebih muda daripada usia sebenarnya.
2. Banyak bergerak
Berolahraga adalah cara agar awet muda. Lakukan joging, jalan cepat, bersepeda maupun berenang sekitar 30 menit setiap hari. Dengan olahraga, risiko terkena serangan jantung, osteoporosis, dan kanker pun akan mengecil. Olahraga teratur dapat menambah fleksibilitas otot, memperkuat tulang, serta mengurangi stres, karena sel-sel tubuh mendapat lebih banyak oksigen. Tidur Anda pun akan nyenyak.
3. Konsumsi vitamin C
Vitamin C bisa Anda peroleh dari buah-buahan segar (terutama jeruk), sayur-mayur berwarna hijau (brokoli dan lain-lain) atau suplemen vitamin C sebanyak 1000 mg perhari. Vitamin C terbukti bisa meningkatkan daya tahan tubuh, mengurangi risiko terkena kanker dan melindungi tubuh dari efek yang ditimbulkan oleh polusi. Di samping itu, perbanyak minum air putih. Meminum air putih 8 gelas per hari akan mengurangi stres, menjaga kesegaran kulit, serta memperlancar kerja organ tubuh.
4. Gunakan pelindung UV
Matahari adalah salah satu faktor utama penyebab penuaan dini. Oleh karena itu, gunakan selalu lotion pelembab secara teratur setiap hari, khususnya bila akan bepergian, agar kulit tetap segar, lembab dan tidak terbakar sinar matahari, terutama sinar ultra violet (UV).
5. Istirahat cukup
Manusia butuh sekurang-kurangnya 8 jam setiap hari untuk tidur. Istirahat cukup bermanfaat untuk menghindari terbentuknya kantung mata, kulit keriput dan wajah kusam.
6. Perhatikan penampilan
Penampilan dan tata rias wajah juga memegang peranan penting. Meski usia terus bertambah, tetap perhatikan jenis kosmetik yang Anda pakai. Gunakan make-up tipis untuk kesan natural dengan tetap memperhatikan kondisi dan jenis kulit Anda.
7. Optimis
Orang yang pesimis selalu tidak percaya diri, gampang putus asa, dan tak pernah memperhatikan penampilan, yang bisa berakibat depresi. Jadi, berusahalah menjadi orang yang optimis dalam segala hal, sebab ini akan membuat hidup Anda akan lebih sehat dan bahagia. ( Tabloid Nova )
Tambah komentar November 29, 2008
Merevisi Hermeneutika Akhlak
“Innaa lil-laHi wa innaa ilai-Hi rooji’un” (ungkapan terjadi bencana besar) !!!, adalah ungkapan sangat tepat untuk memotret totalitas kondisi kerusakan akhlak dari “akar bumi” sampai “atap langit” bangsa Indonesia, utamanya komunitas muda dasawarsa ini.
Naifnya! Selama ini terjadi “pelecehan terhadap agama” . Dengan fenomena; musibah kehancuran akhlak itu, banyak yang menyebut hal “biasa”. Misalnya: “ ‘biasa’ jaman modern, generasi muda-mudinya bergaul bebas dan jauh dari akhlakulkarimah”. Padahal aspek hukum fiqih, menganggap kemaksiatan adalah hal “biasa”, itu bisa Murtad (keluar dari Islam) hukumnya.
Bahkan ironinya para orang tua pun banyak yang mengatakan: “ ‘biasa’ sekarang sudah jamannya (generasi mudanya bergaul bebas), kita orang tua tidak perlu fanatik lagi”.
Semestinya, sangat tepat kalimat “biasa” tersebut, diganti dan diungkapkan dengan kalimat “Inna lilla-Hi wa Inna Ilai-hi Roji’un”. Sebagai ungkapan terjadinya musibah sangat besar(kehancuran akhlak) yang telah kronis dan terus gencar melanda bangsa kita ini.
Banyak pula dalam “euphoria modernismenya”, mereka berceletuk: “para kiai/ustadz hanya ‘fanatik’ dengan agama belaka”. Sungguh unik, selama ini kalimat “fanatik” hanya dirangkaikan dengan kalimat ”agama”. Padahal,kata(fanatik) itu tepat dirangkaikan dengan kalimat lainnya. Misalnya “fanatik korupsi”, gelar bagi yang aktif berprofesi korupsi. Atau “fanatik judi” gelar bagi yang kecandu berjudi, “fanatik politik” gelar bagi politisi, dan lainnya.
Kalimat–kalimat tersebut tepat untuk dirangkaikan dengan kata “fanatik”. Karena definisi fanatik dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia, adalah : “teramat kuat”(baik keyakinan atau bentuk sikap). Tidak hanya harus dirangkaikan dengan kata “agama” saja !
Di konteks lain, kencangnya siklus gelombang Liberalisme dan “saudara-saudaranya”(pluralisme, sekularisme dan sejenisnya), telah mengusung menjangkitnya fenomena “virus syok ilmiah” kalangan muda pelajar. Sehingga sering terlontar ungkapan: “Kita ini ingin jadi Muslim moderat, dan bukan Nabi atau Rasullulah yang ma’sum(terjaga dari kemaksiatan)”.
Tambah komentar November 29, 2008